//
you're reading...
kant

Membedah Pemikiran Immanuel Kant (1727-1804)

Immanuel Kant, seorang filsuf besar yang pernah tampil dalam pentas pemikiran filosofis zaman Aufklarung Jerman menjelang akhir abad 18. Ia lahir di Konigsberg, sebuah kota kecil di Prusia timur pada tanggal 22 April 1727. Orangtuanya hanya seorang pembuat pelana kuda yang miskin, ayahnya seorang penganut gerakan Pietisme. Pada usia delapan tahun, Kant belajar di sekolah Collegium Fridericianum.

Pada masa kuliah Kant berhubungan baik dengan Martin Knutzen, seorang dosen yang akhirnya memiliki pengaruh besar terhadapnya. Knutzen adalah murid dari Von Wolff (seorang Profesor logika dan metafisika). Dari Wolf inilah Kant banyak belajar tentang ilmu alam. Tahun 1755 Kant mendapat gelar Doktor dengan disertasi tentang Api.

Rasionalistik
Karena pengaruh paradigm jerman yang begitu kuat, pada masa ini Kant menyatakan bahwa kebenaran bersumber dari rasio (pikiran manusia)

Empiristik
Pada masa ini Kant merasa bahwa Hume lah yang membangunkannya dari sikap dogmatisme rasionalisme. Akhirnya Kant menentang gurunya yaitu Wolff .

Teori Kritis
Pada masa ini akhirnya Kant menyadari kekurangan masing-masing pemikiran. Ia berpendapat bahwa kedua pihak merasa benar sendiri, sehingga masing-masing tidak member kesempatan alternative ketiga yang mungkin lebih konstruktifis. Kant menunjukkan unsure-unsur dalam pikiran manusia yang bersala dari pengalaman dan akal kemudian menggunakan keduanya sebagai struktur yang saling tergantung.

Hirarki proses pengetahuan manusia terdiri dari tiga tahapan yaitu : penyerapan indra/empiris, akal budi/ rasio, dan yang tertinggi adalah intelektualitas yaitu wawasan menda;lam yang terbangun atas proses penginderaan, pemikiran dan pengambilan putusan/kesimpulan.

Moralitas
Tiga patokan moralitas :

>Prinsip hukum umum yang berbunyi: ”Bertindaklah selalu berdasarkan maksim yang bisa sekaligus kamu kehendaki sebagai hukum umum”. Yang dimaksud dengan maksim adalah prinsip yang berlaku secara subjektif, yang merupakan patokan individu dan personal.

>Penghormatan terhadap person. Prinsip ini berbunyi: ”Bertindaklah sedemikian rupa sehingga engkau selalu memperlakukan umat manusia, entah itu di dalam personmu atau di dalam person orang lain, sebagai tujuan pada dirinya sendiri, bukan sebagai sarana”. Prinsip ini mau mengatakan dua hal. Pertama, aku tidak boleh menjadikan diriku sendiri ataupun diri sesamaku sebagai sarana belaka. Kedua, dalam mengambil pertimbangan-pertimbangan moral, kita wajib memperhatikan pihak lain.

>Prinsip otonomi. Prinsip ini mengatakan: “Bertindaklah sedemikian rupa dimana kehendak dari dirimu sendirilah yang menentukan tindakan tersebut”. Maksud dari prinsip ini adalah semua tindakan yang kita lakukan harus murni karena kehendak dan keinginan kita sendiri, bukan karena pengaruh apalagi paksaan dari orang lain. Kant menyebut prinsip ini dengan ‘kehendak otonom’, yaitu kehendak yang mau melakukan sesuatu berdasarkan hukum yang ditentukannya sendiri.

Pandangan tentang Negara dan Hukum

Sebagaimana Immanuel Kant sebagai seorang sarjana hukum alam, maka ia menerima pendapat bahwa negara itu terjadi karena perjanjian masyarakat, jadi sama dengan pendapat Rousseau, dan menyatakan pendapatnya bahwa kedaulatan itu berada pada rakyat, dan kemauan umum itu menjelma dalam perundang-undangan negara. Tetapi meskipun demikian ada perbedaanya, dan perbedaan itu bersifat prinsipil.

Kalau sarjana-sarjana hukum alam sebelumya, sepertinya Thomas Hobbes, Jhon Locke, Montesquieu, Rousseau, berpendapat bahwa perjanjian masyarakat itu sungguh-sungguh terjadi, adanya itu merupakan suatu peristiwa di dalam sejarah, jadi apa yang disebut perjanjian masyarakat itu memang ada. Sedangkan menurut Immanuel Kant, bahwa apa yang disebut perjanjian masyarakat itu tidak pernah ada, tidak pernah terjadi, tidak pernah merupakan kenyataan peristiwa di dalam sejarah. Perjanjian masyarakat itu sesungguhnya hanyalah merupakan suatu kontruksi yuridis yang dapat menolong orang dalam menerangkan bagaimana negara itu terjadinya, bagaimana negara itu ada, bagaimana adanya kekuasaan dalam negara itu, dan ada pada siapa kekuasaan itu, serta bagaimana sifatnya.

Pandangan Immanuel Kant tentang negara dikatagorikan kedalam pemahaman konsep negara dan hokum :

Negara harus membentuk dan mempertahankan hukum supaya hak dan kemerdekaan warga negara terpelihara.
Adanya hukum yang dirumuskan dalam perundang-undangan sebagai penjelmaan kehendak umum, dan perlunya pemisahan kekuasaan eksekutif dan legislatif.
Peranan negara hanya sebagai penjaga ketertiban hukum dan pelindung hak serta kebebasan warganya.
Negara tidak boleh turut campur dalam urusan pribadi dan ekonomi warganya.
Teori Immanuel Kant tentang negara hukum formal menjadikan negara bersifat pasif. Artinya, tugas negara hanya sebagai “penjaga malam, sedangkan dalam urusan sosial maupun ekonomi, negara tidak boleh mencampurinya. Pendapat ini pula yang kemudian melahirkan suatu semboyan “Laissez Faire, Laissez Passer”, yaitu adanya persaingan bebas dalam bidang ekonomi sehingga muncul istilah kapitalisme, dan liberalisme dalam bidang politik. Dalam prakteknya pada abad XIX, teori Kant banyak diterapkan di belahan Eropa, Amerika dan Australia. Namun, perlu diketahui bahwa ajaran Kant yang dipraktekkan tersebut, banyak melahirkan eksploitasi manusia maupun alam, monopoli dan free fight liberalism, serta kesenjangan sosial yang terus melebar.

“Akal tidak boleh bertindak seperti seorang mahasiswa yang cuma puas mendengarkan keterangan yang telah dipilihkan oleh dosennya. Tapi hendaknya bertindak seperti hakim yang bertugas menyelidiki perkara dan memaksa para saksi untuk menjawab pertanyaan yang telah disiapkanyya sendiri”(Immanuel Kant).

About novautama

Nothing spesial hanya manusia biasa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2012
M T W T F S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

DUNIA FILSAFAT

Flag Counter
Blognye IPes dan IGor

#IKANSTHESERIES Twitter : @IPesIGor (Verba Volant, Scripta Manent)

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

NUOSS

Coretan_Dunia_Filsafat (Follow twitter @filsafatdunia)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: