//
you're reading...
hobbes

Pemikiran Thomas Hobbes

Thomas Hobbes dilahirkan di Inggris pada tahun 1588, pada masa ia melangsungkan studinya, ia melangsungkannya di Oxford. Karena ketertarikannya tentang ilmu ke-pemerintah-an, maka ia juga mengadakan tur keliling eropa untuk hanya untuk mengetahui macam-macam bentuk dari pemerintahan dan mengetahui akan tabiat masyarakat yang senantiasa ingin diperintah. Dalam progress atas risetnya ini, maka timbul keinginan dalam benaknya untuk merumuskan satu pemerintahan yang ideal untuk Inggris. Sehingga timbullah rumusan teorinya yang sangat terkenal dalam bidang politik yakni Leviathan.[1] Masih dalam bidang politik, Hobbes berpendapat bahwa system pemerintahan monarki absolut, yakni dengan memberikan kekuasaan sepenuhnya kepada raja atau ratu adalah system pemerintahan yang terbaik.

Akan tetapi meskipun ia dikenal sebagai tokoh filsafat barat, sebenarnya dia lebih banyak eksis dalam bidang sastra dan literatur, ketika umur 40 tahun ia baru mendalami filsafat dan menulis teori-teori filsafatnya pada umur 50 tahun. Dalam perkembangannya di dunia filsafat, ia dikenal menjadi salah satu tokoh materialism-empirisisme. Dalam rumusannya, ia mengatakan bahwa segala sesuatu yang mempunyai dimensi/ukuran disebut dengan “body/materi”, maka dari itu jika ada sesuatu yang tidak mempunyai dimensi maka sama saja dapat ia simpulkan bahwa sesuatu tersebut tidaklah eksis.

Sebenarnya pemikiran Hobbes banyak tertuang dalam aspek filsafat politiknya, sehingga kita akan jarang melihat pemikiran Hobbes yang lebih banyak di-explore selain filsafat politiknya. Namun bukan berarti kita tidak dapat menemukannya, karena sesungguhnya Hobbes juga berbicara dalam aspek lain yakni pada tema substansi. Sebagai seorang yang beraliran empirisisme-materealistik, Hobbes lahir sebagai pendobrak di kala agama telah menguasai zaman. Banyak sekali doktrin agama yang ia negasikan khususnya masalah-masalah metafisika. Menurutnya, layaknya sebuah tubuh, yang dapat terukur di karenakan memiliki dimensi, maka sejatinya substansi alam juga bersifat demikian, dan segala sesuatu yang tidak termasuk bagian dari alam maka sama saja sesuatu tersebut tidaklah eksis. Menanggapi tentang Tuhan yang merupakan bagian dari bahasan-bahasan metafisika dalam agama, menurut Hobbes Tuhan hanyalah suatu opini masyarakat belaka yang keberadaannya tidak dapat dibuktikan oleh mereka, dengan ini kita garis bawahi bahwa bagi Hobbes, “manusia tidak punya kemampuan untuk membentuk konsepsi tentang Tuhan serta sifat-sifatnya.

Maka pendapat tersebut mengindikasikan bahwa alam menurut Thomas Hobbes adalah yang segala-galanya. Berbicara tentang klaim Hobbes mengenai alam dan manusia, maka alam merupakan suatu mesin yang sangat besar yang menjalankan seluruh isi di dalamnya secara mekanistik. Sedangkan tentang manusia yang mempunyai aspek internal, maka ia juga tidak menolak tentang keberadaan jiwa manusia yang berada di dalam tubuh mereka, terkait atas doktrinnya yang mengatakan bahwa jika segala sesuatu tersebut dapat diukur maka dikatakan sesuatu tersebut adalah eksis, maka jiwa manusia yang ada di dalam fisik manusia yang terukur itu dikatakan eksis dan terukur pula. Layaknya sebuah udara yang mengisi seluruh bagian balon, maka eksistensi dari udara yang ada di dalam balon tersebut seketika itu juga dapat terukur karena mengambil peran dari ukuran balon itu sendiri. Jiwa manusia baginya juga merupakan suatu mesin yang memberikan kecenderungan-kecenderungan atas segala tindakan manusia itu sendiri.

Ia juga mengemukakan pendapatnya tentang aktifitas penalaran/reasoning dalam diri manusia. Baginya, sebuah aktivitas penalaran/reasoning tidak lain adalah perhitungan konsekuensi dari istilah-istilah umum yang telah ditandai dan dinamai dengan suatu nama yang diterangkan di dalam suatu diskursus-diskursus yang telah kita tempa. Sedangkan apa yang diterangkan dalam diskursus-diskursus itu kerap berbentuk sebagai penggambaran mental yang bukanlah merupakan satu substansi akan tetapi merupakan representasi dari kualitas-kualitas aksiden tertentu.

About novautama

Nothing spesial hanya manusia biasa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2012
M T W T F S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

DUNIA FILSAFAT

Flag Counter
Blognye IPes dan IGor

#IKANSTHESERIES Twitter : @IPesIGor (Verba Volant, Scripta Manent)

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

NUOSS

Coretan_Dunia_Filsafat (Follow twitter @filsafatdunia)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: