//
you're reading...
hobbes, Leibniz, spinoza

Perbandingan Teori Substansi Hobbes, Spinoza dan Leibniz

Setelah kita menjabarkan dan memahami teori-teori mereka, maka saatnya kita membandingkan teori-teori mereka yang akan kita lihat sisi perbedaan dan persamaannya jikalau ada kesamaannya.

Jika kita ingin membandingkan ketiga teori ini, maka sebenarnya antara teori Spinoza dan teori Leibniz lebih cocok untuk dibandingkan karena sama-sama mempunyai latar metafisika, sedangkan Hobbes mempunyai background empirisisme. Akan tetapi bukan berarti Hobbes tidak diikutsertakan karena Hobbes juga membahas tentang tema alam yang juga dibahas oleh Spinoza dan Leibniz. Spinoza dalam pandangannya menjadikan Tuhan identik dengan alam yang dalam perkembangannya, kaum agamawan Kristen dan yahudi menolaknya, karena jika dikatakan bahwa Tuhan identik dengan alam maka secara tidak langsung telah melahirkan sisi dualisme, yang diasumsikan bahwa Tuhan ada di mana-mana. Maka secara tidak langsung, kesakralan dari Tuhan akan terdistorsi. Terlepas dari hal itu, Spinoza menganggap bahwa alam semesta ini merupakan satu substansi yang tidak dimungkinkan bahwa ada partikel-partikel yang tidak termasuk dalam satu substansi tersebut dan berdiri dengan sendirinya.

Sebaliknya dengan pendapat Leibniz, Leibniz dalam teorinya ingin mengatakan bahwa sebenarnya alam ini terdiri dari macam-macam partikel yang membangunnya, dan Tuhan termasuk bagian dari partikel alam tersebut dan memerankan sebagai partikel yang utama. Maka atas predikat keutamaan yang dimiliki oleh Tuhan, Ia dapat mempengaruhi seluruh alam semesta ini. Kalau Spinoza mengatakan bahwa semua yang ada di alam ini terhimpun dalam satu koridor yang dinamakan dengan manifestasi, ini mengkultuskan bahwa semuanya memiliki kesamaan. Berbeda dengan Leibniz, telah dijelaskan pada halaman sebelumnya bahwa Leibniz mengatakan Secara substansial kesemuanya adalah partikel yang berbeda dan tidak dimungkinkan ada kemiripan antara monad satu dengan monad lainnya, karena mereka memiliki tugas masing-masing satu sama lain, dan dikatakan ada yang lebih dominan dikarenakan yang dominan tersebut-lah yang seringkali banyak mengendalikannya, monad yang dominan itu adalah Tuhan. Jadi antara Spinoza dan Leibniz memiliki kesamaan bahwa Tuhan-lah yang merupakan substansi yang paling penting di alam ini.

Untuk Hobbes, karena latarnya berbeda, maka sudah jelas bahwa ia tidak akan memiliki kesamaan dengan Spinoza dan Leibniz. Ia menjadikan alam sebagai satu-satunya substansi yang paling penting dan yang mempunyai andil untuk mengendalikan seluruh isinya. Berdasarkan pandangannya bahwa segala sesuatu dikatakan eksis jika terukur, maka jelas bahwa Tuhan tidaklah eksis

About novautama

Nothing spesial hanya manusia biasa

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2012
M T W T F S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

DUNIA FILSAFAT

Flag Counter
Blognye IPes dan IGor

#IKANSTHESERIES Twitter : @IPesIGor (Verba Volant, Scripta Manent)

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

NUOSS

Coretan_Dunia_Filsafat (Follow twitter @filsafatdunia)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: